Sekolah khusus ini dinilai penting untuk memberikan perlakukan khusus bagi siswa pelaku tawuran. “Memperlakukan siswa yang sering tawuran tidak sama dengan siswa biasa,” ujarnya, Senin, 20 Mei 2013.
Senin, 20 Mei 2013
Sekolah Khusus bagi Pelajar Terlibat Tawuran
Sekolah khusus ini dinilai penting untuk memberikan perlakukan khusus bagi siswa pelaku tawuran. “Memperlakukan siswa yang sering tawuran tidak sama dengan siswa biasa,” ujarnya, Senin, 20 Mei 2013.
Sumbar No.3 Penyebaran Rabies Secara Nasional
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Rosnini Safitri mengatakan, tingginya penyebaran dan masyarakat yang terjangkit rabies, berkaitan erat dengan hobi masyarakat memelihara anjing untuk berburu. Hal itu diperparah dengan adanya kepercayaan yang beredar di kalangan masyarakat, bahwa anjing yang divaksin tidak lagi memiliki kecepatan berlari. Mitos itupun membuat masyarakat enggan menghantarkan anjing peliharaannya untuk divaksin.
Dokter Di Sumbar Unjuk Rasa Karena Merasa Belum Sejahtera
Ketua IDI Wilayah Sumatera Barat, Menker Manjas mengatakan, salah satu dari tujuh petisi yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, adalah terkait kesejahteraan para dokter. Pihaknya sangat berharap, tujuh poin petisi yang mereka sampaikan direalisasikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
TARIF TAKSI BLUE BIRD DI SUMBAR TELAH DIPUTUSKAN
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyusun draf tarif taksi Blue
Bird yang direncanakan mulai beroperasi pada 23 Mei 2013 mendatang.
Tarif dimaksud sebesar, 6 ribu rupiah untuk buka pintu, sedangkan per
100 meter dibanderol 3 ratus rupiah atau 3 ribu rupiah per kilo, serta
biaya tunggu per 1 jam dihargai 30 ribu rupiah.Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Mudrika mengatakan, penyusunan draf tarif taksi melibatkan Biro Perekonomian, Biro Hukum, Dinas Perdagangan, Organisasi Angkutan Darat-Organda, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia-YLKI Sumbar. Menurutnya, sebelumnya Organda telah mengusulkan, tarif buka pintu sebesar 7 ribu rupiah, namun berdasar kesepakatan dan penyesuaian dengan harga jasa taksi yang berlaku di Jakarta dan Nasional secara umum, akhirnya disetujui tarif awal membuka pintu seharga 6 ribu rupiah.
Minggu, 19 Mei 2013
Bos Yamaha Sumbar Meninggal Dunia
Salah seorang pengusaha otomotif terkemuka di Sumbar dan cukup di segani
seantero Indonesia, Heryanto Gani (58) meninggal dunia hari Jum'at
(17/5) lalu. Heryanto Gani selama ini merupakan distributor tunggal
sepeda motor merek Yamaha di Sumatera Barat. Menurut salah seorang pegawai Showroom Yamaha, jenazah Heryanto akan diterbangkan Senin subuh sekitar pukul 04.00 wib dari Padang ke Jakarta. Selanjutnya jenazah almarhum dimakamkan di San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat. Namun sebelum diterbangkan ke Jakarta, Jenazah di semayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Gedung Yamaha (Eks Kantor Haluan, Red) Jalan Damar No. 59, Padang.
Sabtu, 18 Mei 2013
Hutan Indonesia Harus Di Kelola Dengan Baik
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ketika memberikan orasi ilmiah pada acara wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di Padang, siang tadi mengatakan, sumberdaya hutan di Indonesia mempunyai arti penting bagi kelangsungan pembangunan ekonomi, sosial, lingkungan, bahkan dapat menentukan posisi geopolitik Indonesia di tataran Internasional. Hal tersebut sangat dirasakan pada dekade 1980-an, ketika hutan menjadi penyumbang devisa negara terbesar ke 2 setelah minyak dan gas. Namun masa kejayaan itu menurun drastis mulai tahun 1999 hingga 2000-an.
PN PADANG AKAN SIDANGKAN KASUS DUGAAN PENGANIYAAN PASAR RAYA
"Dua tersangka itu yakni Mantan Kepala Dishubkominfo Padang, Firduas Ilyas dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Budi Erwanto,"kata Humas Pengadilan Negeri Padang, Jhon Effredi di Padang.
Sanksi DKPP Pada KPU RI Dinilai Pembelajaran
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu-DKPP telah memberikan sanksi
kepada KPU RI atas ketidakpatuhannya melaksanakan keputusan Bawaslu
nomor 012/SP-2/Set.Bawaslu/2013 tertanggal 5 Februari, yang
mengamanatkan KPU untuk meloloskan Partai Keadilan Persatuan Indonesia
(PKPI) sebagai peserta Pemilu 2014.Ketua KPU RI Husni Kamil Manik mengatakan, sanksi berupa peringatan dari DKPP merupakan keputusan yang sangat bijak dan dapat diterima dengan baik. Menurutnya, sanksi tersebut dapat dijadikan sebagai pembelajaran dan memacu proses kinerja KPU ke depan.
Padang Terus Di Penuhi Mall
Jumat, 17 Mei 2013
Pilkada Sawahlunto Berjalan Lancar, Meski Ada Warga Yang Tidak Terdata
Kamis, 16 Mei 2013
Temuan BPK-RI di LKPD Sumbar 2007-2012 Masih Belum Di Perbaiki
Penodong Wartawan di Padang di Vonis 4 Bulan Penjara
Peserta TDS Harus Dapat Jadi Duta Sumbar di Negaranya
Usai Sidang Pembunuhan Istri, Keluarga Korban Bentrok Dengan Polisi
Rabu, 15 Mei 2013
KPU Sumbar Coret 2 Calon Senator
Gubernur: Petani Jangan Bakar Jerami
PNS dan Wali Nagari Harus Mundur Dari Jabatan Jika Nyaleg
Satpol PP Harus Bersikap Manusiawi dan Bukan Tempat PNS Bermasalah
Kanwil Pajak Sumbar-Jambi Intai 20 Perusahaan
LEMHANAS PELAJARI KEARIFAN BUDAYA LOKAL DI SUMBAR
Tim sosial dan Budaya dari Lemhanas RI mencari masukan dari berbagai pemangku kepentingan di Sumatera Barat, guna mempelajari kearifan budaya lokal soal Kerukunan Umat Beragama (KUB) di daerah ini. Hal ini terungkap saat tim Lemhanas audensi dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Kepala Bidang Pembinaan Kemasyarakat Kesbangpol Zulnadi di gubernuran, Senin siang (13/5).
Tenaga Ahli Bidang Sosial Budaya Lemhanas Sudaryono mengatakan pemilihan Sumbar sebagai daerah untuk kajian penanganan kerukunan umat beragama melalui budaya kearifan lokal, karena dilihat peran tokoh non formalnya masih menonjol dan sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Justru itu ingin dipelajari pola-pola serta bagaimana pemerintah daerah bekerja sama dengan tokoh-tokoh non formal. Terkait, di daerah lain peran tokoh non formalnya sudah jauh menurun dan peran tokoh formalnya tak mengakar di masyarakat sehingga ketika ada persoalan sulit mencari penyelesaian.
Kondisinya berbeda dengan di Sumbar masih dipecaya dan tokoh formal ada yang mengakar di masyarakat, sama halnya dengan di Bali tetapi dominan Hindu dan di Sumbar dominan penduduknya muslim. Oleh karena itu, maka dalam survei ini lebih banyak mendengar dari parah tokoh-tokoh dan mendatangi kelompok masyarakat melihat faktanya dilapangan. Penyelesaian dan menegakan KUB membutuhkan semua peran tokoh, pemuda dan organisasi masyarakat, bukan semata peran pemerintah daerah, harapnya
Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, tim Lemhanas datang ke Sumbar mencari masukan-masukan tentang kearifan lokal bagaiman sikap dalam penyelesaian masalah kerukunan beragama di daerah ini. Oleh tim mendatangi gubernur dan tokoh-tokoh agama serta adat di daerah selama tiga hari ke depan, sekaligus akan menggelar fokus group diskusi untuk mendengarkan pandangan dari berbagai elemen nantinya.
Sepanjang yang saya ketahui sudah dijelaskan kepada tim, pada hari berikutnya rombongan akan mendatangkan tokoh-tokoh non formal, termasuk elemen pemuda," ujarnya.
Dalam dialog dengan tim Lemhanas tersebut Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, penduduk Sumbar secara etnis 98 persen suku Minang, sisanya suku lainnya yang dominannya di Kepulauan Mentawai. Menurut dia, kalau dilihat dan di dengar selama ini dimanapun berada orang Minang tampil sebagai mediator, fasilitator dan percari solusi sehingga tak pernah sebagai pemicu suatu konflik. Orang Minang idetik dengan Islam dan kartakternya melekat dengan filosofi adat istiadat yang dianut, sesuai dengan pepatah/pribahasa "Dimana bumi dipijak dan disitu langit di junjung", artinya harus pandai menempatkan diri.
Irwan juga mengatakan, orang Minang tak mau berhadapan secara otot atau fisik, karena karakter yang sudah melekat menggunakan otak/pikiran, maka tokoh Minang sejak perjuangan kemerdekaan menonjol di bidang politik karena lihai dalam diplomasi. Kaitan dengan kerukuran umat beragama terlihat masyarakat egaliter dan demokratis, karena model musyawarah yang menonjol mungkin di Sumbar, karena setiap masyarakat harus dilibatkan yang istilahnya "Disatokan sakaki".
Selain itu, masyarakat Minang juga prakmatis yang syarat dengan rasional, karenanya paham-paham ekstrem tak ada berkembang di Sumbar, jika dalam daftar teroris ada berdarah Minang mereka sudah keluar dari akar Minangkabaunya.
Gubernur juga menyampaikan soal peran tokoh secara struktural atau non formal di masyarakat sangat berpengaruh karena dalam sistem kepemimpinan di Minang sesuai petatah "Didahulukan selangka dan ditinggikan seranting". Dalam artian pimpinan dihormati, dan arahan akan di terima senpanjang rasional, jika kurang atau tak rasional bisa saja dipertanyakan masyarakat dan bahkan menolaknya, ungkapnya.(001)





