Rabu, 15 Mei 2013
Gubernur: Petani Jangan Bakar Jerami
Selasa, 07 Mei 2013
Kasus DBD Terbayak di Padang dan Kuranji
Kelurahan Kuranji masuk dalam kategori waspada DBD. Hal ini disebabkan, karena kasus DBD di Kuranji selalu tercatat di dinas kesehatan, dan yang terakhir ada 4 warga yang masuk rumah sakit, karena gigitan nyamuk tersebut.
Kepala dinas kesehatan Kota Padang, Fridawati Bur mengatakan, sejak Januari hingga akhir April 2013 lalu, kasus DBD yang tercatat di Kota Padang sebanyak 336 kasus. Namun dari jumlah tersebut, belum ada yang meninggal dunia. Menurutnya, untuk daerah di Kota Padang yang paling banyak kasus DBD adalah di daerah-daerah pinggiran Kuranji. Untuk itu, dinas kesehatan Kota Padang terus menggencarkan penyemprotan di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang ini menambahkan, dari periode yang sama pada tahun 2012 lalu, kasus DBD di Kota Padang terus mengalami peningkatan, bahkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2011. Menurutnya, kasus DBD ini untuk Kota Padang, masih banyak dialami oleh anak-anak sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Rosnini Savitri mengatakan, untuk kasus yang menonjol saat ini memang untuk kasus DBD. Menurutnya, dari seluruh Kab/Kota di Sumbar, kasus DBD paling banyak ditemukan di Kota Padang.(001)
Jumat, 03 Mei 2013
Hari Pers Internasional: Wartawan Sumbar Minta Usut Tuntas Kasus Kekerasan Wartawan di Kantor Gubernur
Beragam cara dilakukan wartawan di dunia dalam memperingati hari pers internasional, yang jatuh pada hari Jum'at 3 Mei 2013. Di Sumatera Barat, puluhan pers dari berbagai media, tadi malam (Kamis 2/5) menggelar aksi renungan di kantor Gubernur Sumbar.
Direktur LBH Pers Padang, Roni Syahputra mengatakan, pada peringatan Hari Pers Internasional, Koalisi Wartawan Anti Kekerasan Sumatera Barat (KWAK-SUMBAR) yang terdiri dari LBH Pers Padang, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang, dan Asosiasi Pers Mahasiswa Sumatera Barat (ASPEM-Sumbar), menyatakan sikap menolak impunitas negara terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan. Di malam renungan kebebasan pers tersebut, mereka berkumpul mengusung perjuangan “Hapus Impunitas, Hentikan Kekerasan Terhadap Wartawan”.
Roni menambahkan, sejak tahun 1996 hingga kini, 18 orang wartawan yang telah meninggal dunia karena kekerasan. Namun dari jumlah sejumlah kasus tersebut, hanya dua orang yang ditemukan pembunuhnya, dan satu orang yang telah di jatuhi hukuman seumur hidup. Sedangkan sejumlah kasus lainnya, hanya diusut dengan setengah hati, sehingga membuat terdakwa bebas berkeliaran.
Bahkan delapan kasus di antaranya, sudah terang benderang memiliki bukti kuat, namun tak diusut atau pengusutannya direkayasa. Delapan kasus pembunuhan tersebut adalah kasus pembunuhan Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin, Naimullah, Agus Mulyawan, Muhammad Jamal, Ersa Siregar, Herliyanto, Adriansyah Matra’is dan Alfrets Mirulewan. Delapan kasus ini, yang menjadi tuntutan prioritas bagi AJI Indonesia selagi terus melakukan pengawalan dan pengumpulan informasi terhadap kasus-kasus lain. Impunitas terhadap pelaku pembunuhan terhadap jurnalis telah menimbulkan preseden buruk penegakan hukum di negeri ini, sekaligus menegaskan fakta bahwa profesi jurnalis yang dilindungi undang-undang di negeri ini, merupakan profesi yang paling berisiko untuk keselamatan jiwa. Maka buntutnya, kekerasan-kekerasan lain terus terjadi sepanjang 2010-2013 di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH Pers ini juga mengatakan, meski tak sampai merenggut nyawa, kasus kekerasan terhadap wartawan di Sumatera Barat tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Tercatat sekitar delapan kasus yang pernah terjadi baik yang diproses hukum maupun yang dibiarkan berlalu begitu saja.(001)
SPBU Marapalam Di Blokir Warga
SPBU Marapalam tadi malam di serang warga sekitar. Hal ini terjadi, setelah adanya ledakan di dua rumah miliki warga di RT.02/RW.05 Kel.Kubu Marapalam Kec.Padang Timur, yang lokasinya berada tepat dibelakang SPBU.
Salah sorang warga Kubu Marapalam, Heri Wahap mengatakan, meledaknya dua rumah warga tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 wib. Ledakan tersebut terjadi di bagian dapur dan sumur warga. Namun akibat ledakan tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya memecahkan kaca dan dinding dapur warga pecah dan retak.
Menurutnya, saat ledakan terjadi warga berfikir itu adalah sebuah travo listrik yang meledak. Namun ketika dilihat, ternyata ledakan tersebut berasal dari dua rumah warga yang berada di belakng SPBU Marapalam.
Pasca ledakan tersebut, warga langsung mendatangi SPBU untuk menghentikan aktifitas penjualan BBM. Hal ini disebabkan, karena warga mengindikasi bahwa lendakan tersebut disebabkan karena adanya kebocoran pipa BBM dari SPBU, yang baunya tercium ke dalam rumah yang meledak. Bahkan air sumur warga juga tercium berbau bensin. Namun, meski warga telah meminta penghentian penjualan BBM, pihak SPBU tidak menghiraukannya. Akibatnya, puluhan warga langsung mendatangi SPBU dan memblokir dengan paksa aktivitas penjualan BBM oleh SPBU.
Setelah sempat terjadi dengan pihak pengamanan SPBU, aparat kepolisian langsung menghentikannya dengan memasang garis polisi di SPBU Marapalam.
Heri juga menambahkan, bahwa warga meminta pihak SPBU pihak terkait memeriksa air-air sumur warga dan selokan sekitar rumah warga untuk di periksa dan diteliti. Hal ini disebabkan, karena adanya pencemaran BBM dari SPBU Marapalam.
Untuk menjaga keamanan rumah warga, Heri juga meminta agar pihak SPBU mengasuransikan rumah-rumah warga. Namun jika tidak dilakukan, maka warga tetap akan memblokir aktivitas SPBU.
Sementara itu, pihak SPBU masih belum dapat ditemui untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut.(001)
Rabu, 01 Mei 2013
Unjuk Rasa Buruh Coco Mas Diguyur Hujan
Aksi unjuk rasa buruh PT. Bumi Sarimas Indonesia (BSI) atau Coco Mas hari ini berjalan damai. Ratusan buruh yang menggelar aksi, hanya menyampaikan keluhannya diluar pagar pabrik dengan pengawalan aparat kepolisian. Bahkan aksi yang baru mulai di gelar jam 8 pagi, terpaksa membubarkan diri lebih cepat, karena hujan mengguyur lokasi aksi.Ketua SPSI Sumbar, Arsukman Edi yang sempat berorasi mengatakan, aksi yang di gelar ratusan buruh PT.BSI ini, disebabkan karena adanya pembangkangan dari pihak perusahaan, yang masih memberlakukan sistem outsourcing pada hampir sebagian besar karyawannya. Menurutnya pihak perusahaan masih melakukan sistem outsoucing pada pekerjaan pokok, bukannya untuk pekerjaan penunjang saja.
Kamis, 14 Maret 2013
Dosen Muda Unand Protes Ke Rektor Karena Tak Dapat Proyek Penelitian
Salah seorang dosen muda Unand M.Yunis mengatakan, bahwa selama ini yang mendapatkan bantuan atau proyek penelitian, hanya di berikan kepada pada dosen senior. Sedangkan dosen muda, tidak pernah mendapatkan kesempatan melakukan penelitian, dan hanya ditugaskan untuk mengajar semata. Padahal menurutnya, para dosen muda sudah pernah memasukkan skim proposal penelitian sebanyak 200 buah, tetapi ditolak.
Rabu, 13 Maret 2013
Si Jago Merah Mengamuk Di Purus
Salah seorang saksi mata, Wati mengatakan, api pertama kali terlihat dari sebuah mobil Toyota Kijang yang sedang di panaskan di depan rumah. Tiba-tiba terlihat percikan api dari dalam mobil dan asap, yang langsung merembet ke rumah. Kawasan purus 4 yang dekat dengan pantai, membuat angin cepat menjalarkan api keseluruh isi rumah. Bahkan, api juga merembet ke rumah yang bersebelahan.
Selasa, 12 Maret 2013
Harimau Dahan Sumatera Kembali Di Lepas BKSDA
Kepala Seksi Konservasi Wiayah Satu BKSDA Sumatera Barat Surajiya mengatakan, satwa langka jenis harimau dahan yang dilindungi itu, dilepas di Taman Raya Hutan Bung Hatta, Padang. Menurutnya, harimau sumatera itu tersangkut jerat babi milik warga di lahan perkebunan di Palembayan, Kabupaten Agam.
SBY Batal Kunjungi Sumbar
Jumat, 08 Maret 2013
Padang KLB Hepatitis, CTPS Mulai di Gencarkan
Sarikat Pekerja PLN Mengancam Akan Gelar Demo dan Mogok Massal
70% Penduduk Sumbar Terkontaminasi Tuberclosis
Kamis, 07 Maret 2013
SK Gubernur Terkait Penertiban Illegal Minning di Solsel Harus Segera Diterbitkan
Danrem 032 Wirabraja Kolonel Infanteri Amrin, mulai angkat bicara terkait penambangan emas liar di Kabupaten Solok Selatan, yang semakin marak dan sulit untuk dihentikan. Pihaknya mengaku telah memantau secara intens, dan melakukan penelusuran langsung ke lokasi penambangan liar, mulai dari hulu hingga ke hilir sungai batang hari.Selasa, 05 Maret 2013
Sumbar Waspada Angin Kencang Hingga 3 Hari Kedepan
Daerah Sumatera Barat saat ini berstatus waspada angin kencang dari pagi
hingga sore hari. Kondisi cuaca seperti ini, berkemungkinan akan
terjadi hingga tiga hari kedepan.Menejer Pusdalops BPBD Sumbar, Ade Edward mengatakan, terjadinya angin kencang yang terjadi saat ini, merupakan efek dari perubahan cuaca di wilayah Sumatera Barat, dari hujan badai ke cuaca kering. Bahkan hal ini juga di picu adanya perubahan arah hembusan angin, yang saat ini bertiup dari timur ke barat, dengan kecepatan hampir 20 knot. Namun Ia berharap, warga Sumbar dapat menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Senin, 04 Maret 2013
Jatah Solar Bersubsidi di SPBU di Kurangi, Jika Tak Jual Solar Non Subsidi
Pihak Pertamina kembali menegaskan, bahwa stock solar di Sumatera Barat
tidak langka. Untuk stock solar non subsidi, saat ini masih mencukupi
semua permintaan masyarakat, namun untuk stock solar bersubsidi, saat
ini kuotanya dikurangi, karena sampai dengan bulan Februari 2013, jatah
untuk Sumbar sudah over 8%.Jumat, 01 Maret 2013
Warga Demo Incasi Raya
Kamis, 28 Februari 2013
Jalan Menuju BIM Bernama Jln.St.M.Rasyid
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada para pahlawan bangsa. Di antaranya dengan mengabdikan nama mereka sebagai nama tempat-tempat penting seperti bandar udara, gedung dan ruas jalan. Tujuannya agar masyarakat tetap mengenang dan menauladani perjuangan para pahlawan tersebut.






